Dari sekian banyak konsep yang dipublis, saya coba bercerita cara mengenal Allah itu, dalam 3 hal:
- Mengenal Diri Sendiri
- Bersyukur Kepada Allah SWT
- Mengetahui Peran dan Kedudukan
Mengenal Diri Sendiri
Imam al-Ghazali juga mengutip hadits Rasulullah “man ‘arafa nafsah faqad ‘arafa rabbah” (siapa yang mengenal dirinya, ia mengenal Tuhannya).
Umar bin Khattab Radhiyallahu Ta’ala Anhu berkalam:
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا
“Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab”
Tunjuan pengenalan diri adalah:
إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُون
Mengenal diri sendiri berarti paham betul akan segala unsur dalam diri, baik itu unsur secara psikologis, fisik, moral diri, potensi hingga sosial. Yaitu berkenalan dengan jasmani dan rohani
Pengenalan diri sendiri ini dengan,
- Mengamati Diri Sendiri
- Mengerti Kepada Allah SWT
- Mampu mendeskripsikan diri sendiri
- Mampu menempatkan Peran dan Kedudukan
Mengamati diri sendiri, mengerti diri sendiri, mampu mendeskripsikan diri sendiri, akhirnya mampu menempatkan diri sesuai dengan peran dan kedudukan dengan rasa syukur.
Contoh mau memasuki level PPPK, kawan Non ASN, harus mampu, timbul rasa syukur, mengetahui peran dan kedudukan.
klo level pekerjaan Manajerial, mampu bercerita tentang diri dalam logika narasi yang rasional
Impact dari pengenalan diri sendiri adalah akan terlatih logika “Nubuwwah”.
logika Nubuwwah dapat berupa cara berpikir khas para nabi agar tidak salah dalam menyembah Allah dan tidak salah dalam menjalani kehidupan.
Sehingga kita Tidak didikte oleh adat, saya akan baik klo dia baik,
karena sudah menjadi tabi'at dari kukanikuno, klo kalam Ali bin Abi Tholib "Al Insan 'alal Ikhsan"
manusia budak kebaikan
berkomitmenlah saya akan tetap melakukan kebaikan
Al-Baqarah · Ayat 21
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ٢١
Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
==========================================================================
Abu Bakar ash-Shiddiq berkalam, "Ketidakmampuan mengenal-Nya adalah pengenalan".
Mengenal Allah dengan cara: Mengakui bahwa ketidakmampuan kita mengenal Allah,
pertanyaan: ===========>sukar atau mudahkah<===============,
krn kalaulah mudah maka, kita akan menemukan dunia menjadi tidak asik, dan tidak ada inovasi, dunia akan homogen
Buya Hamka berkalam bahwa “Mengenal diri sendiri jauh lebih sukar daripada ingin mengetahui kepribadian orang lain. Sebab itu, kenalilah dirimu sebelum mengenal pribadi orang lain.”
Cara Mengenal Diri Sendiri Lebih Dalam
- Ketahui dan Pahami Kelebihan dan Kelemahan untuk mengetahui dan memahami hal-hal yang menjadi kelebihan dan kelemahan kita. Cara yang paling gampang yang lagi galau itu Catatlah paling tidak 5 hal yang menjadi kelebihan dan kelemahan kalian agar kalian tahu batas kemampuan diri. Mengetahui kelebihan diri juga bertujuan agar kalian lebih bersemangat dan memotivasi diri untuk terus berkembang ke arah yang baik. Lalu, mengetahui kelemahan diri bukan melulu untuk menjatuhkan diri, melainkan sebagai bahan evaluasi agar dapat keluar dari zona yang kalian anggap ‘lemah’ itu.
- Amati Bidang yang Dikuasai dan Kurang Dikuasai, Coba untuk mulai mengamati bidang yang kita kuasai dan bidang yang kurang kita kuasai. Hal tersebut bertujuan agar kita tahu minat dan potensi diri sendiri. Perlu diingat bahwasannya jangan terlalu memaksakan kehendak untuk mampu menguasai seluruh bidang tertentu dengan tujuan agar dipuji atau ‘dilihat’ oleh orang lain. Justru hal tersebut akan mengubah diri kalian seutuhnya. Kemudian, mengetahui bidang yang dikuasai dan kurang dikuasai juga membantu kita dalam menentukan ke mana arah tujuan hidup, serta memahami diri bahwa kita sebagai manusia memiliki keterbatasan masing-masing.
- Bersikap Jujur pada Diri Sendiri, Saat mengenal diri sendiri itu artinya kita menerima berbagai perspektif yang membentuk diri, baik itu dari segi kepribadian, identitas, maupun keberadaan kita saat ini. Cara ini setidaknya dapat membantu untuk mengetahui segala kepribadian diri, tetapi perlu digaris bawahi bahwa cara ini bukan untuk mengkritik diri sendiri. Ketika hendak mengevaluasi, amatilah dan jujur pada diri sendiri apa saja hal-hal yang membuat diri kita merasa kurang nyaman. Perasaan tersebut dapat menjadi sebuah clue kalau kita sedang menghindari sesuatu.
- Dengarkan Suara Hati, Coba belajar untuk mendengarkan dan memahami suara hati. Suara hati akan menggambarkan perasaan dan keyakinan diri.
- Pusatkan Perhatian saat Menjalani Keseharian, Usahakan untuk tidak melakukan dua kegiatan dalam satu waktu. Misalnya, hindari kegiatan makan sambil bermain gadget atau menonton televisi. Belajar untuk lebih menghargai kegiatan dan waktu yang saat itu sedang dijalani. Luangkan waktu untuk menenangkan pikiran dengan mengamati sekeliling dan rasakan dengan kelima indra yang kita miliki. Misal, apa yang kita sentuh, dengar, ataupun lihat. Saat timbul rasa emosional, coba untuk tanyakan pada diri sendiri: Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Apa penyebabnya? Dan bagaimana cara menanganinya?
- Belajar Mendeskripsikan Penampilan Diri Sendiri, Mencoba untuk mendeskripsikan penampilan diri, salah satu contohnya penampilan fisik kalian. Apabila deskripsi tersebut mengarah ke sisi negatif, ubahlah menjadi sesuatu hal positif yang ada pada diri. Belajarlah untuk lebih menghargai fisik
- Sadari dan Pahami Peran dalam Kehidupan, Pahamilah segala peran dalam kehidupan sehari-hari, baik itu di dalam keluarga, tempat kerja, sekolah, kampus, organisasi, maupun di ranah masyarakat. Setelah itu, jelaskan peran yang sedang kalian jalani. Misalnya, peran sebagai orang tua atau anak di dalam keluarga, peran sebagai ketua tim atau anggota di dalam organisasi, maupun peran sebagai pelajar di dalam lingkungan sekolah atau kampus.
- Meminta Orang Lain untuk Memberikan Feedback, Meminta orang lain untuk memberikan respons bukan berarti kita bergantung pada pendapat mereka, melainkan pendapat mereka akan membantu kita untuk mengetahui beberapa hal mengenai pribadi ini yang tidak kita sadari. Tanyakan pada orang terdekat, baik itu anggota keluarga, saudara, teman maupun kerabat, mengenai bagaimanakah kepribadian ataupun sifat dari diri kita berdasarkan perspektif mereka. Kalian tidak perlu khawatir, pendapat dari mereka tidak perlu ditelan mentah-mentah karena yang mereka katakan belum tentu menentukan siapa diri kita sebenarnya.
- Tentukan Visi dan Misi Hidup, Bukan hanya organisasi saja yang memiliki visi dan misi, hidup ini juga harus. Oleh karena itu, belajarlah untuk mengetahui dan menentukan apa visi serta misi kalian selama ini. Dengan mengetahui hal tersebut, itu akan menjadi langkah yang baik untuk memahami dan mengenal diri sendiri. Visi dan misi hidup merupakan suatu pandangan mengenai tujuan untuk masa mendatang yang di dalamnya mencakup impian, harapan, ataupun cita-cita. Hal itu berarti visi dan misi sebagai langkah awal untuk menentukan mau di bawa ke manakah hidup kita untuk masa yang akan datang. Adanya visi dan misi juga dipandang sebagai suatu jembatan agar goals dalam hidup ini lebih jelas dan terarah. Namun, perlu diperhatikan, dalam menjalani hidup ini tidak selalu berjalan mulus maka diperlukannya mental yang kuat dalam menghadapi hambatan ataupun ujian selama menuju ke target. Mari kita ambil contoh, apabila kalian berkeinginan untuk menjadi seorang pilot, apa yang harus kalian lakukan dan bagaimana untuk mencapainya? Ini merupakan salah satu bentuk misi di dalam hidup. Namun, di dalam proses menjadi seorang pilot, tidak melulu berjalan lancar karena pastinya ada hal-hal lain yang menjadi rintangan kalian.
- Mengikuti Tes Kepribadian atau Berkonsultasi, Manusia memiliki berbagai macam karakter. Seperti halnya, ada seseorang yang memiliki banyak minat, tetapi tidak tahu atau bahkan bingung bagaimana cara mengembangkannya, begitupun sebaliknya. Sekalinya tahu, ada saja yang menjadi hambatannya, bahkan hambatan tersebut seringkali muncul dari akal dan nurani yang mana keduanya tidak memungkinkan untuk sinkron.
seluruh anggota badan akan bersaksi dan menjawab segala pertanyaan malaikat.
وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٩٣)
“Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl [16]: 93).
Allah berfirman dalam surah yang lain,
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٦٥)
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS Yasin [36]: 65). Perintah mengenal Allah ini juga tercantum dalam Alquran pada surat Ali Imran ayat 190 yang berbunyi:
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam terdapat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memiliki akal.” (QS. Ali Imran: 190)
أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا
"Bukankah Aku ini Tuhan kalian?” Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami). (QS. Al A’raf: 172)
sebelum lanjut tentunya kita awali dengan do'a: "bismika Allohuma ahya wabismika wa'amut
RSS Feed
Twitter
November 07, 2024
Analis SDM Aparatur
0 comments:
Posting Komentar