Visi dan Misi periode 2024–2029, dikenal dengan astacita, dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia, Pancasila sebagai ideologi utama negara dengan penguatan demokrasi dan penegakan HAM. Keduanya meyakini bahwa Pancasila, demokrasi, dan HAM secara bersama-sama membentuk sinergi yang harmonis untuk menjamin Indonesia tetap di jalur yang tepat menuju masa depan yang lebih baik dan inklusif.
  2. Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Negara yang kuat ialah negara yang memiliki sistem pertahanan keamanan yang baik serta dapat melindungi dan menjamin kedamaian. Kemandirian bangsa mencerminkan kapabilitas sebuah bangsa untuk berdiri tanpa bergantung pada negara lain. Untuk itu, Indonesia perlu fokus pada swasembada dalam berbagai sektor krusial, mencakup pangan, energi, air, dan ekonomi kreatif.
  3. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur keberlanjutan dan inklusivitas dalam pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, termasuk penyediaan pekerjaan yang layak. Inovasi diperlukan dalam pengembangan industri kreatif nasional. Dengan keunikan budaya dan kekayaan sumber daya Indonesia, industri kreatif berpotensi menjadi pendorong utama roda ekonomi sekaligus memperkuat citra bangsa di mata dunia. Pembangunan infrastruktur yang terencana dapat memperkuat jaringan dan mobilitas, sehingga memberi peluang pekerjaan, mendukung pertumbuhan di berbagai sektor, dan memastikan kesempatan yang adil bagi setiap warga.
  4. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Pembangunan bangsa yang berkualitas terletak pada kemajuan warganya. Dengan menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama, Indonesia dapat membangun dasar yang kuat untuk generasi mendatang. Dan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang inklusif, diperlukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, generasi muda, serta penyandang disabilitas. Membangun sumber daya manusia yang berkualitas dari sisi pendidikan dan kesehatan, serta inklusif terhadap perempuan, kaum muda, dan penyandang disabilitas.
  5. Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam untuk kemajuan perekonomian nasional dan rakyat. Hilirisasi dan industrialisasi adalah salah satu cara dalam pemaksimalan Indonesia dapat mengonversi komoditas dasar menjadi produk berdaya saing tinggi. Sehingga dapat menciptakan lebih banyak pekerjaan berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
  6. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Menjaga keseimbangan pengembangan di setiap wilayah yang dimulai dari komunitas desa. Peran esensial komunitas desa akan dimanfaatkan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi. infrastruktur fisik, membangun dari desa dilakukan dalam bentuk pemberdayaan komunitas lokal melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, dan kemudahan akses ke berbagai sumber daya.
  7. Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba. Korupsi dan narkoba perlu dicegah dan ditanggulangi dengan kebijakan yang kuat dan konsisten. Oleh sebab itu, dengan melakukan reformasi sistem politik, hukum, dan birokrasi.
  8. Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Untuk memberikan jaminan keamanan beribadah, pengutamaan lingkungan alam, dan melestarikan budaya. Dengan pendekatan holistik ini, Prabowo-Gibran ingin menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Setiap individu, tanpa memandang latar belakangnya, berkesempatan sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam membangun masa depan.
  9. Pensiun Janda/Duda PNS

    penetapan-dalam-jabatan-fungsional

    Mutasi/Pindah Antar Instansi bagi PNS keluar Kementerian Agama

    Mutasi/Pindah Antar Instansi bagi PNS di luar Kementerian Agama

    KGB Online Kementerian Agama

    Tes SKD CPNS/CPPPK Kementerian Agama

    Penguatan Budaya Kerja dan Citra

0 comments:

Posting Komentar